Portal Informasi Pemkab Lampung Selatan

instagram takipçi al

Dinkes Lampung Selatan Gelar Sosialisasi Penyakit Tidak Menular

30/04/2018

KALIANDA (Diskominfo Lamsel) –  Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan menggelar sosialisasi deteksi dini Penyakit Tidak Menular (PTM) melalui program Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu PTM), yang digelar di Aula Dinkes setempat, Senin (30/4).
Sosialisasi yang dibuka oleh Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteran Rakyat (Kesra) Pemkab Lampung Selatan, Supriyanto, S.sos, MM, menghadirkan narasumber, dr. Sri Aryanti, MM, M.Kes selaku Kepala Seksi PTM dan Kesehatan Jiwa (Keswa) Dinkes Provinsi Lampung.
Dari pantauan tim lampungselatankab.go.id kegiatan itu dihadiri juga oleh Kepala Dinkes Lampung Selatan dr. Jimmy B. Hutapeas, MARS, perwakilan BPJS Kesehatan, dan diikuti peserta perwakilan dari PKK, OPD, kecamatan dan desa di Lingkungan Pemkab Lampung Selatan.
Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra, Supriyanto menyampaikan, program pengendalian penyakit tidak menular dan faktor resikonya dilaksanakan mulai dari upaya pencegahan, deteksi dini, pengobatan, sampai dengan upaya rehabilitasi.
Mengingat prevalensi penyakit tidak menular seperti hipertensi, jantung, stroke, diabetes militus, dan kanker terus meningkat, perlu dilakukan kegiatan promotif dan preventif. Upaya itu katanya, dapat dilaksanakan dengan pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan Posbindu yang dilaksanakan oleh kader terlatih.
“Posbindu ini dimaksudkan sebagai kegiatan screening untuk memilah masyarakat yang sehat, beresiko, dan masyarakat yang sakit. Saat ini, kegiatan Posbindu telah dilaksanakan oleh kader di beberapa desa di wilayah Lampung Selatan,” kata Supriyanto.
Melalui kegiatan deteksi dini itu, dia berharap, bagi masyarakat yang sehat untuk dapat dipertahankan agar tetap sehat, dan yang beresiko diupayakan agar kondisi faktor resiko peyakit tidak menularnya dapat normal kembali. Sementara bagi yang sudah menyandang PTM untuk mencegah komplikasi, kecacatan, dan kematian dini serta meningkatkan kualitas hidup.
Selain itu, Supriyanto juga berharap, dukungan dari berbagai pihak melalui kebijakan,  regulasi, komitmen, serta mobilisasi sumber daya maupun anggaran, agar penyelenggaraan Posbindu dapat terlaksana dengan baik dan mencapai target sesuai yang diharapkan.
“Mengingat pentingnya acara ini, kepada peserta pertemuan agar dapat mengikutinya dengan baik dan secara aktif memberikan saran serta masukan dalam diskusi ini. Sehingga dihasilkan kesepakatan tindak lanjut untuk pengendalian penyakit tidak menular,” harapnya.
Sementara, dr. Sri Aryanti menyatakan, masyarakat Lampung Selatan mempunyai hak dan wajib dilakukan screening dan deteksi dini penyakit tidak menular dan kesehatan jiwa. Sasarannya adalah, masyarakat berumur diatas 15 tahun dengan target 100%.
“Kenapa ini diwajibkan, karena ukurannya banyak, diantaranya kita akan mengukur ekonomi cost untuk negara. Jiika warga kita banyak yang sakit, maka otomatis ekonomi cost sangat membengkak bagi APBD Kabupaten Lampung Selatan,” terangnya.
Dia menambahkan, ada dua penyakit yang bisa dijadikan standar pelayanan minimal untuk PTM dan Keswa. Yang pertama, adalah penyakit hipertensi, dan kedua adalah diabetes militus. Apabila ditemukan, harus segera dilakukan tata laksana sesuai dengan standar.
“Kenapa dua penyakit ini sangat disoroti, karena penyakit ini merupakan entry poin dari masuknya seluruh penyakit tidak menular. Dengan hipertensi kita akan dapat angka stroke, serangan jantung, kelainan pembuluh darah, dan juga kolesterol. Demikian juga diabetes yang merupakan indikator segala macam penyakit, dan ini wajib diketahui oleh Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan,” ungkapnya.
 

458total visits,2visits today

Last modified: 30/04/2018

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

instagram takipçi al Alanya haber