Portal Informasi Pemkab Lampung Selatan

instagram takipçi al

Pemkab Lampung Selatan Optimis Turunkan Angka Stunting Hingga 2019

22/11/2018

KALIANDA, Diskominfo Lamsel – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan (Lamsel) berkomitmen untuk melakukan pencegahan dan penurunan angka stunting (anak kerdil) di wilayahnya.
Hal itu ditegaskan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Lamsel Nanang Ermanto usai menandatangani komitmen percepatan pencegahan anak kerdil yang dilaksanakan di Ballroom Redtop Horel and Convention Center Jakarta, Kamis (22/11/2018) malam.
Acara yang dilaksanakan oleh Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) Kementrian Sekretariat Negara RI, memfokuskan penanganan stunting di sejumlah kabupaten/kota yang angka stuntingnya tinggi.
Di kabupaten Lamsel saat ini, terdapat 10 lokus/desa untuk penurunan angka stunting.
Kesepuluh desa itu adalah Desa Kemukus dan Bangun Rejo di Kecamatan Ketapang, Desa Banjar Masin di Kecamatan Penengahan, Desa Batu Balak di Kecamatan Rajabasa, Desa Taman Agung dan Tajimalela di Kecamatan Kalianda.
Kemudian, Desa Way Gelam dan Karya Mulyasari di Kecamatan Candipuro, Desa Pancasila di Kecamatan Natar dan Desa Mekarsari di Kecamatan Way Sulan.
Nanang mengatakan, angka stunting di Indonesia pada tahun 2013 mencapai angka 38 persen. Angka itu menurutnya, sama dengan jumah angka stunting pada anak-anak di Benua Afrika.
“Karena itu Presiden Joko Widodo sangat prihatin dengan kondisi stunting di negara kita. Padahal jika bicara kondisi ekonomi dan sumberdaya alam dan manusianya, negara kita lebih maju ketimbang negara-negara di Benua Afrika,” ujar Nanang.
OLeh sebab itu, pemerintah pusat meminta komitmen seluruh kepala daerah untuk menurunkan tingginya angka stunting di Indonesia.
“Sebagai salah satu kabupaten yang hadir pada malam ini, maka selaku kepala daerah saya wajib dan berkomitmen untuk menurunkan angka stunting di kabupaten kita,” tegas Nanang.
Sementara, berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Lamsel, angka stunting di tahun 2013 berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) mencapai 42 persen. Sedangkan pada tahun 2018 mengalami penurunan sebesar 30 persen.
“Ditahun 2019 mendatang kita targetkan angka stunting di kabupaten kita kurang dari 20 persen,” tandas Nanang.
Menurut Kepala Diskes Lamsel, dr. Jimmy B. Hutapea, MARS, upaya yang telah dilakukan sebelumnya adalah telah menerbitkan Peraturan Bupati nomor 1 tahun 2018 tentang upaya penurunan stunting.
“Teknisnya dilakukan dengan lintas sektor terkait seperti dinas kesehatan, ketahanan pangan, permukiman, PMD, PPKB, dinas perikanan dan Bappeda,” kata Jimmy.
Selain itu juga tambahnya, seperti intervensi spesifik antara lain pemberian obat cacing, vitamin A pada balita, sanitasi dan air bersih dan pengadaan jamban.
“Lalu untuk pencegahan dini dilakukan dengan advokasi pada masyarakat tentang 1.000 hari pertama kehidupan,” pungkasnya. (rls/kmf)

643total visits,1visits today

Last modified: 22/11/2018

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

instagram takipçi al Alanya haber