Portal Informasi Pemkab Lampung Selatan

instagram takipçi al

Upacara Adat Ruwat Bumi Desa Sumur Kumbang, Apakah Hanya Sekedar Mitos?

05/08/2022

KALIANDA, Diskominfo Lamsel – masyarakat Kabupaten Lampung Selatan khususnya warga Desa Sumur Kembang, Kecamatan Kalianda memiliki sebuah kepercayaan yang masih melegenda hingga saat ini.

Cerita turun menurun dari nenek moyang dibalik tradisi Upacara Adat Ruwat Bumi Desa Sumur Kumbang, menjadi sangat menarik untuk dibahas kebenarannya. Tak sedikit pula yang menganggap cerita ini hanya sekedar mitos, karena konon dikaitkan dengan hal ghaib dan diluar nalar.

Untuk itu, kali ini kita akan membahas tuntas mengenai apa itu Upacara Adat Ruwat Bumi Desa Sumur Kumbang dan sejarah dibalik pelaksanaannya.

Upacara adat Ruwat Bumi atau Sedekah Bumi merupakan tradisi turun temurun yang dilakukan oleh masyarakat desa Sumur Kumbang, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan di setiap tahunnya.

Sesepuh Desa Sumur Kumbang Santika atau yang akrab disapa Abah ini menjelaskan, tradisi sedekah bumi atau dikenal juga dengan ruwat bumi merupakan bentuk rasa syukur masyarakat desa atas hasil bumi yang telah diperoleh.

Namun sebelum itu, konon katanya terdapat cerita yang cukup melegenda dibalik dilaksanakannya Upacara Adat Ruwat Bumi. Tradisi ini bermula dari tahun 1837, dimana saat itu seperti yang dikatakan oleh orang terdahulu, Desa Sumur Kumbang masih sangat rawan akan penyakit yang tiba-tiba menyerang orang yang menanam segala jenis tanaman tanpa permisi di desa tersebut.

“Tahun 1837 mulai pertama diadakan oleh orang tua kita dulu, terus berenti terus berhenti di tahun 1840 mulai lagi tahun 1848. Karena berhenti itu timbulnya penyakit, kata orang dulu tradisi harus dimulai lagi sedekah bumi,” jelasnya saat ditemui di kediamannya yang berlokasi di Desa Sumur Kumbang, pada Selasa (26/7/2022).

Oleh karenanya, untuk menghalau terjadinya hal-hal sial dan kemalangan lainnya, lanjut Abah Santika, para orang zaman dahulu melakukan ritual Upacara Adat Ruwat Bumi. Yang mana, pada ritual tersebut disiapkan juga sesajen untuk diberikan kepada roh-roh terdahulu.

“Dulunya ini kata orang tua, disini ini rawan. Siapa yang masuk kesini, nanem apa saja, paling lamanya 3 bulan, pulang, sakit, meninggal. Selain dengan orang tua kita zaman dulu itu, uyut sapid namanya, dibacain supaya kampung ini aman, sejahtera,” ungkapnya.

Penasaran dengan kelanjutan cerita dibalik Upacara Adat Ruwat Bumi Desa Sumur Kumbang? Akan kami sajikan di hari Jum’at depan. (Kominfo).

Bersambung……….

79total visits,2visits today

Last modified: 05/08/2022

Comments are closed.

instagram takipçi al Alanya haber